BERITAPARLEMEN.ID – BOGOR – Rencana penambahan modal untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor sedang dikaji oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Bogor. Salah satu aspek yang menjadi pertimbangan dalam keputusan ini adalah potensi penyertaan modal dari investor.
Azwar Anas, dari Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Bogor, menekankan pentingnya kehati-hatian bagi pemerintah daerah dalam memberikan tambahan dan penyertaan modal kepada BUMD PT Sayaga Wisata.
“Perlu penelitian dan kajian spesifik mengenai tujuan penyertaan modal tersebut, apakah dengan adanya penambahan modal ini, PT Sayaga Wisata bisa mengoptimalkan perannya sebagai BUMD di sektor pariwisata,” jelas Azwar Anas, Selasa (15/10/2024).
Pemkab Bogor diharapkan melakukan analisis mendalam terkait kondisi PT Sayaga Wisata, termasuk analisis keuangan, potensi pasar, risiko yang mungkin timbul, serta manfaat dari penyertaan modal tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sayaga Wisata, Supriadi Jufri, baru-baru ini menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan beberapa perusahaan swasta di sektor pariwisata seperti hotel, biro perjalanan, dan wahana wisata.
“Ini masih sebatas MoU, belum sampai pada tahap Perjanjian Kerjasama atau penyertaan modal resmi, jadi belum ada modal dari luar pemerintah daerah,” tambah Supriadi, Selasa (15/10/2024).
Rapat dengar pendapat di gedung DPRD Kabupaten Bogor dengan direksi PT Sayaga Wisata juga menjadi momen evaluasi mengenai potensi serta dampak positif dan negatif dari penambahan modal pemerintah terhadap BUMD yang saat ini masih minim kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).












