Tokoh

Kisah Lodewijk Paulus, Pensiunan Jenderal Jadi Wakil Ketua DPR

×

Kisah Lodewijk Paulus, Pensiunan Jenderal Jadi Wakil Ketua DPR

Sebarkan artikel ini
Kisah Lodewijk Paulus, Pensiunan Jenderal Jadi Wakil Ketua DPR
Doc. Foto: fraksigolkar.or.id

 

beritaparlemen.id – Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. Lodewijk Freidrich Paulus adalah seorang politikus Indonesia yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI untuk periode 2021-2024. Ia menggantikan Azis Syamsuddin yang terjerat kasus korupsi.

Sebelumnya, Paulus adalah perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ke-24 mulai 4 Desember 2009, menggantikan Pramono Edhie Wibowo, dan kemudian digantikan oleh Wisnu Bawa Tenaya.

Paulus kemudian menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan dari September 2011 hingga Juni 2013. Jabatan terakhirnya sebelum pensiun adalah Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Darat dari Juni 2013 hingga Juli 2015.

Setelah pensiun, Paulus bergabung dengan Partai Golkar, menjadi Sekretaris Jenderal, dan terpilih sebagai anggota DPR dari dapil Lampung I untuk periode 2019–2024. Pada 30 September 2021, ia dilantik sebagai Wakil Ketua DPR RI menggantikan Azis Syamsuddin.

Lodewijk Paulus lahir di Manado pada 27 Juli 1957 dari keluarga Minahasa, dengan nama ayah Estefanus Jeremias dan ibu Len Bagij.

Ia memulai pendidikan di sekolah dasar Muhammadiyah pada 1964 dan lulus pada 1970, kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Manado hingga 1973.

Setelah pindah ke Palu, Sulawesi Tengah, ia menamatkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri Palu. Kemudian setelah menyelesaikan sekolah menengah atas pada 1976, Paulus mendaftar dan diterima di AKABRI, lulus pada 1981.

Ia mengikuti kursus singkat infanteri dan bergabung dengan Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha, sekarang Kopassus), menjadi komandan peleton dan mengalami kenaikan pangkat hingga menjadi Komandan Detasemen Khusus 81 pada 2001.

Pada 23 Oktober 2009, Paulus diangkat sebagai Komandan Jenderal Kopassus, menggantikan Pramono Edhie Wibowo, dan resmi menjabat mulai 4 Desember 2009. Ia memegang jabatan ini hingga digantikan oleh Wisnu Bawa Tenaya pada 15 September 2011.

BACA JUGA:  Jejak Karier Putra Nababan, Jurnalis Berprestasi yang Beralih ke Politik

Kemudian pada Maret 2010, Paulus bersama tiga perwira tinggi Kopassus lainnya melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat untuk mencabut larangan kerjasama yang diterapkan sejak 1997. Meskipun larangan dicabut, beberapa sanksi tetap berlaku dan kerjasama dengan AS tidak terwujud.

Paulus memprakarsai penyuluhan dan pendidikan HAM untuk anggota Kopassus. Ia bekerja sama dengan berbagai lembaga seperti Komnas HAM dan ICRC, dan upayanya diapresiasi karena ada kemajuan dalam penegakan HAM di Kopassus.

Ia juga dilantik sebagai Panglima Daerah Militer I/Bukit Barisan pada 6 September 2011. Selama masa jabatannya, ia memimpin pengamanan Pekan Olahraga Nasional 2012 di Pekanbaru dan menerima bantuan alutsista untuk memperkuat pasukan.

Pada 20 Mei 2013, Paulus diangkat sebagai Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Darat. Ia memimpin pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi APEC 2013 dan terlibat dalam simulasi pengamanan di Medan pada April 2013.

Paulus juga terlibat dalam organisasi olahraga, mengurus kompetisi panjat tebing dan menjadi wakil ketua tim transisi PSSI pada 2015.

Setelah pensiun, Paulus bergabung dengan Partai Golkar, menjadi Sekretaris Jenderal pada Januari 2018, dan kemudian terpilih sebagai anggota DPR dari Lampung I pada 2019. Ia dilantik sebagai Wakil Ketua DPR pada 30 September 2021, menggantikan Azis Syamsuddin.

Paulus menikah dengan Meria Agustina dan memiliki dua anak, Raihan Akbar Pratama dan Rafi Farhan Perkasa. Ia awalnya beragama Kristen Protestan namun kemudian berpindah agama ke Islam dan menunaikan ibadah haji pada Oktober 2012.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!